Harga Pupuk Bersubsidi Turun di 2025, DKPP Bojonegoro Berharap Hasil Produksi Pertanian Meningkat

Serba-serbi266 Views

finews, Bojonegoro – Kabar gembira datang untuk para petani Bojonegoro, Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk tahun anggaran 2025. Kebijakan ini langsung disambut antusias oleh para petani karena dinilai bisa meringankan beban biaya tanam sekaligus meningkatkan hasil produksi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Zainal Fanani, mengatakan penurunan harga pupuk ini jadi angin segar bagi petani, apalagi menjelang musim tanam.

“Dengan turunnya harga pupuk, kami berharap kesejahteraan petani semakin meningkat. Petani diimbau segera menebus pupuk karena harganya kini lebih terjangkau. Pemupukan bisa dilakukan tepat waktu dan hasilnya pun diharapkan lebih baik,” ujar Zainal.

Zainal menjelaskan, percepatan penebusan pupuk juga penting untuk membantu pemerintah daerah memantau ketersediaan stok di setiap wilayah. Jika ada daerah yang kekurangan pupuk, Pemkab bisa segera melakukan realokasi dari wilayah lain yang stoknya berlebih.

“Jadi tidak ada kecamatan yang kekurangan pupuk saat dibutuhkan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan, penurunan harga pupuk harus diikuti dengan turunnya biaya distribusi hingga ke kios penyalur.

“Kalau biaya distribusi tidak ikut turun, kami akan bertindak tegas. Harga di kios harus sesuai dengan HET yang sudah ditetapkan,” tegas Zainal.

Kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025, yang merupakan perubahan dari keputusan sebelumnya.
Berikut daftar HET pupuk bersubsidi yang berlaku mulai tahun 2025:

Jenis Pupuk Harga Eceran Tertinggi yaitu : Urea Rp1.800/kg, NPK Rp1.840/kg, NPK untuk Kakao Rp2.640/kg, ZA Rp1.360/kg, Organik Rp640/kg.

Zainal juga mengingatkan kios penyalur agar tidak menjual pupuk di atas harga yang ditetapkan.

“Kalau ada kios menjual tidak sesuai HET, masyarakat bisa langsung melapor ke DKPP. Kami pasti tindak,” ujarnya.

Tahun 2024 lalu, Bojonegoro mendapat alokasi pupuk Urea sebanyak 62.239 ton dengan serapan 60.178 ton. Untuk pupuk NPK dari alokasi 46.674 ton, terserap 45.526 ton, dan pupuk organik dari 16.141 ton, baru terserap 6.102 ton.

Sementara untuk tahun 2025, alokasi pupuk Urea mencapai 61.000 ton yang dinilai cukup aman untuk kebutuhan musim tanam mendatang.

“Stok pupuk tahun ini aman. Kami mengimbau petani segera menebus pupuk yang sudah tersedia agar proses tanam tidak tertunda,” pungkas Zainal. (erka)

#bojonegorokab.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *