Repetisi Kaya Dan Miskin

Opini/Artikel1365 Views

foto : ilustrasi (nnc netralnews)

 

finews ,—Mobil mewah adalah identitas kemewahan. Mereka yang memiliki mobil mewah berhak dihormati, dilayani, dan prioritas. Mereka yang tidak memiliki mobil mewah bisa diremehkan, dicueki, dan disisihkan. Identitas mobil mewah telah membuat batasan yang menindas pihak lemah. Anda yang memiliki mobil mewah adalah orang yang punya martabat tinggi tak-hingga. Demikian juga, sjatinya, wong cilik yang tidak memiliki mobil mewah itu juga memiliki martabat tinggi tak-hingga. Kita semua setara untuk saling dialog menebarkan kebaikan. Kita melampaui batasan-batasan identitas.

Repetisi

Repetisi adalah pengulangan identitas. Mobil mewah adalah mobil mewah. Wong cilik adalah wong cilik. Sehingga, penindasan repetisi seiring sejalan dengan penindasan identitas.

Mobil mewah hari ini, sewaktu-waktu, bisa kecelakan atau meledak manjadi puing-puing hangus terbakar. Wong cilik hari ini, sewaktu-waktu, bisa menjadi orang sukses menebarkan kebaikan dan mewujudkan adil makmur. Ada posibilitas tak terbatas. Kurungan repetisi adalah hanya ilusi. Kita bisa melompat lebih tinggi.

Kepastian

Lagi, klaim kepastian memastikan bahwa identitas berulang secara pasti. Mobil mewah pasti adalah mobil mewah. Wong cilik adalah pasti wong cilik. Kepastian, yang menindas dengan batasan, adalah sekedar ilusi.

Mobil mewah, sewaktu-waktu, bisa raib entah ke mana. Wong cilik, sewaktu-waktu, bisa menjadi wong bijak yang membela negeri dan semesta raya. Ada posibilitas tak terbatas, infinity. Masa depan adalah cita-cita cemerlang yang tak terhingga.

Dewa

Dewa atau Tuhan sudah sering dibatasi dengan klaim-klaim yang terbatas. Tuhan sendiri adalah absolut, tidak terbatas.

Pihak tertentu mengklaim membawa perintah Tuhan atau perintah dewa yang maha benar. Karena mereka adalah wakil dewa maka orang lain harus tunduk kepada mereka. Orang lain boleh disingkirkan atas nama dewa. Celakanya, dewa mereka bisa berubah bentuk saat ini. Ada dewa uang, dewa jabatan, dewa kapital, dan lain sebagainya.

Kita perlu sadar kembali bahwa kita lebih hebat dari klaim-klaim dewa mereka. Kita selalu bisa menjadi lebih baik dengan menyusuri kebaikan tak hingga menuju absolut.

Jahat

Konsep “jahat” adalah batasan yang diarahkan kepada pihak lain. Mereka yang berbeda dengan identitas saya adalah orang jahat. Mereka mengulang kejahatan terus-menerus, repetisi. Mereka pasti jahat dengan menyembah dewa mereka sendiri yang berupa berhala. Kita perlu menerobos batas-batas konsep jahat menuju konsep kebaikan tak terbatas.

Orang lain adalah selaras dengan diri kita, yang, memiliki kebaikan tak hingga. Orang lain bisa berubah dari satu kebaikan menuju kebaikan yang berbeda. Tuhan mereka, juga Tuhan kita, adalah Tuhan yang absolut.

Tentu saja ada orang jahat. Mereka adalah orang yang terjebak dalam keterbatasan kejahatan mereka. Sama juga, diri kita, bisa terjebak berbuat. Mereka, dan kita, bisa sama-sama tobat kembali kepada jalan kebaikan. Kita bisa menebus kesalahan-kesalah dengan kebaikan-kebaikan baru menuju kebaikan absolut.

Mati

Orang yang mati berakhir hidupnya di dunia ini. Jelas, kematian membatasi hidup kita. Kematian membatasi eksistensi manusia di dunia ini. Setelah mati, semua orang adalah sama, yaitu, sama-sama tidak eksis di alam semesta ini. Jadi, kematian membatasi hidup kita dan membatasi eksistensi kita. Benarkah kematian seperti itu?

Kematian bukanlah batas akhir. Kematian justru titik awal baru. Pertama, kematian adalah awal dari kehidupan baru di dunia baru. Kita sering menyebutnya sebagai kehidupan di alam kubur sampai alam akhirat. Orang tertentu bisa saja menolak eksistensi ada kehidupan setelah mati karena tidak pernah melihatnya. Tetapi, orang lain, banyak orang, yang membuktikan eksistensi kehidupan setelah mati. Orang yang tidak tahu, mereka, tidak berhak menolak pengetahuan orang yang tahu eksistensi kehidupan setelah mati. Seperti anak kecil yang tidak berhak menolak eksistensi bilangan negatif, dengan dalih, anak kecil itu tidak bisa memahami bilangan negatif. Bilangan negatif tetap eksis, meski, anak kecil tidak paham. Kehidupan setelah mati tetap eksis, meski, beberapa orang tidak paham.

Kedua, kematian adalah titik awal legasi Anda mulai beraksi sepenuhnya. Barangkali Anda sudah mendidik putra-putri dengan pendidikan terbaik. Tiba waktunya, putra-putri Anda untuk berkarya melanjutkan nilai-nilai pendidikan orang tuanya. Barangkali, Anda membangun sistem kerja di perusahaan kecil yang menegakkan adil makmur. Tiba waktunya, sistem kerja itu berkembang lebih jauh. Barangkali, Anda menuliskan ide-ide cemerlang dalam buku. Tiba waktunya, ide-ide itu terbang tinggi.

Mati bukanlah suatu batasan. Mati adalah awal kehidupan baru bagi Anda dan masyarakat luas untuk menyusuri kebaikan tak terhingga sampai menuju absolut.

Absolut

Saatnya, kita membahas, lebih detil, apa yang dimaksud dengan absolut V. Secara matematis, absolut V adalah “kelas” yang meliputi seluruh himpunan.

Bagaimana menurut anda…

 

(lukmanpamanapiq)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *