Sejarah Menjahit dan Perkembangannya

Ekobisteckno29 Views

foto: ilustrasi/frepik

finews,- Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain, kulit binatang, pepagan dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan memakai jarum tangan atau dengan mesin jahit. Orang yang bekerja menjahit pakaian disebut penjahit. Penjahit pakaian pria disebut tailor, sedangkan penjahit pakaian wanita disebut modiste. Pendidikan menjahit dapat diperoleh di kursus menjahit atau sekolah mode.

Asal muasal menjahit juga lekat dengan cara hidup masa paleolitikum. Salah satunya adalah upaya mempertahankan hidup dari cuaca. Manusia masa paleolitikum membutuhkan pakaian untuk pelindung tubuh. Lantaran itulah, manusia paleolitikum memanfaatkan kulit hewan.

Seni menyambungkan kulit hewan antar-bagian itulah yang menjadi cikal bakal menjahit hingga kini. Di zaman modern, kegiatan menjahit amat terbantu dengan penemuan jarum jahit.

Untuk menjahit juga ada beberapa cara, bisa dengan tangan langsung atau dengan mesin jahit

Walaupun mudah menggunakan mesin jahit tapi tidak semua bidang dapat ditempuh dengan mesin jahit, seperti menjahit kancing dan lain-lain.

Jauh sebelum orang-orang tahu apa itu menenun? Ternyata Sejarah Jarum lebih dulu mempelopori terlahirnya apa itu Menjahit dan apa itu menenun.

Didalam sejarah yang tercatat jarum ternyata sudah ada semenjak ± 20 ribu yang lalu pada zaman Paleolitik yang terbuat dari tulang berulang dan gading mamut yang digunakan untuk menjahit kulit binatang yang digunakan untuk pakaian atau alas tidur dan lain sebagainya.

Bahan jarumnya juga bermacam-macam, ada yang terbuat dari batu, tembaga, tulang ataupun gading.

Kemudian, benangnya juga terbuat dari otot-otot hewan dan mungkin dengan usus hewan .

Kemudian,seorang Arkeolog China Menemukan Jarum tertua yang terbuat dari besi di Manching, Jerman di sebuah pemakaman kuno milik pejabat Dinasti Han yang di perkirakan jarum itu dibuat pada abad ke- 3 SM (Sebelum Masehi).

Lalu, pada Tahun 1790. Seorang warga pengrajin lemari yang berkebangsaan Inggris Thomas Saint berhasil menciptakan mesin jahit pertama dan langsung mematenkannya walaupun tidak sampai memproduksi ciptaannya itu yang berhenti sampai hanya prosesi pematenan saja.

Sebelumnya juga pada Tahun 1755, ada Penemu yang menciptakan jarum khusus mesin jahit pertama bernama Karl Weisenthal / Charles Weisenthal berkebangsaan Jerman tinggal di Inggris dan mematenkannya namun tidak sampai menyelesaikan mesin jahit yang ia ciptakannya.

Pada tahun 1830, Penjahit asal Negeri yang memiliki julukan kiblat Fashions dunia yaitu Perancis Barthelemy Thimonnier berhasil menciptakan mesin jahit secara detil dan mudah untuk mengopeparisakannya untuk menjahit dan langsung ia mematenkannya.

Secara tidak langsung hasil atau buah karya megah yang diciptakan oleh Barthelemy Thimonnier berhasil dilirik dan di pesan oleh Angkatan Darat Perancis sebanyak 82 buah mesin jahit.

Diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pembuatan seragam Tentara Angkatan Darat ini, tetapi tak begitu lama Barthelemy Thimonnier menghadapi cobaan yang begitu berat.

Ia meninggal dalam keadaan terpuruk disaat pabriknya dihancur leburkan oleh para penjahit tradisional yang merasa terancam hak mereka direnggut oleh mesin hasil karyanya.

Selangkah lebih maju, pada tahun 1834 Walter Hunt yang memiliki berkebangsaan New York berhasil menciptakan mesin jahit pertama dengan menghasilkan Lock-Stitch (Jahitan Kunci) memakai 2 benang yaitu benang bagian atas dan bagian bawah yang berbeda dengan penemuan-penemuan mesin jahit sebelumnya walaupun Hunt tidak sampai mematenkannya.

Selanjutnya, metode jahitan kunci karya Walter Hunt di adopsi untuk dikembangkan oleh Elias howe dari Massachusetts dan mematenkannya pada tahun 1846.(*)

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *