foto : kepala dinas kebudayaan dan pariwisata bersama panitia
finews, Tulungagung — Ratusan seniman muda Tulungagung berkumpul di aula Taman Bina Bakat dan Kompetensi Siswa (TB2KS) dalam rangka unjuk kebolehan dengan menampilkan bakat dan keterampilan dalam berkesenian yang dikemas dalam festival “Ragam Budaya Nusantara”, Jumat (26/12) malam.
Pada pentas yang bekerjasama dengan Institut Seni Indonesia. Surakarta ini banyak mempertontonkan seni budaya Nusantara berupa tarian klasik sampai dengan tari kreasi, seni karawitan, penampilan kesenian asli Tulungagung, seperti : tari Reog Kedang, tari Jaranan Sentherewe, campursari dan masih banyak seni budaya Nusantara lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Tulungagung yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, Mohammad Ardian Candra, S.STP, MM menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya pada seniman muda Tulungagung yang mau memelihara dan mengembangkan budaya Nusantara dan budaya asli daerah Tulungagung.
” Disamping itu juga kami berikan apresiasi kepada mahasiswa ISI Surakarta yang telah menginisiasi kegiatan yang menurut saya sangat meriah dan spektakuler, dengan mengangkat budaya asli Tulungagung, ” ungkapnya.
Selain itu dirinya menyampaikan bahwa budaya merupakan identitas suatu bangsa yang tidak ternilai harganya.
” Ini adalah pelajaran hidup dimana kita bisa menghayati dan memahami sesungguhnya peningkatan persaudaraan dan betapa pentingnya melestarikan dan mengapresiasi nilai-nilai seni dan budaya tradisional Indonesia, ” lanjut dia.

Patut menjadi kebanggaan, dan harus kita syukuri bersama bahwa negara kita dianugerahi berbagai potensi, kekayaan budaya yang sangat mendukung untuk dapat dikelola dan dikembangkan. Dimana salah satu dari potensi tersebut diantaranya yakni seni tari dengan kekayaan kreasi yang begitu berlimpah, sehingga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
“Seperti kita ketahui bersama, Tulungagung juga banyak kesenian asli, seperti : seni tayub, jaranan Sentherewe, Reog Kendang, tari Gambyong
yang mencerminkan karakter budaya kita, yang umumnya mengisahkan cerita rakyat atau sebuah fregmentasi hikayat yang bercerita tentang kisah-kisah masa lampau, ” tambahnya.
Banyak nilai-nilai inspiratif yang terkandung didalamnya. Namun seiring dengan waktu, Tari Nusantara dan Tari Daerah pada saat ini eksistensinya semakin tergerus oleh arus modernisasi.
“Kita sebagai generasi penerus tentunya memiliki tanggung jawab bersama untuk dapat mempertahankan eksistensi dari Tari Nusantara maupun Tari Daerah, harapan kami dengan adanya kegiatan malam ini nantinya dapat meng expose budaya asli Nusantara dan pesan serta makna seni tari juga dapat tersampaikan kepada masyarakat utamanya kalangan generasi muda, agar kemudian mampu dijadikan sebagai inspirasi untuk dikolaborasikan dengan kesenian modern, sehingga mampu melahirkan pertunjukkan seni baru yang menarik dan memiliki value yang tinggi,” ujarnya.
“Pesan kami pada guru dan pelatih jangan letih mencari bibit seniman, kepada anak – anak jangan lelah berlatih dan mencintai budaya asli kita, serta kepada orang tua, mari bersama pemerintah kita dukung terus generasi muda kita dalam mempelajari dan mengembangkan budaya asli Nusantara,” tuntasnya.
Dalam pagelaran tersebut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tulungagung, dosen pengajar dan pembimbing management pertunjukan, pengelola UPT TB2KS Tulungagung, pengelola sanggar se kabupaten Tulungagung, puluhan mahasiswa ISI Surakarta dan undangan lainnya serta pelaku seni kabupaten Tulungagung (#kontributor jingga)








